Mendag Minta E-Commerce Sediakan Satu Hari Khusus Produk Lokal

Mendag Minta E-Commerce Sediakan Satu Hari Khusus Produk Lokal

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito meminta pelaku perdagangan online atau e-commerce indonesia untuk menyediakan satu hari khusus untuk penjualan produk lokal. Permintaan ini disampaikan Bpk. Enggar di tengah besarnya barang impor yang diperjual-belikan di e-commerce tanah air.

E-commerce didominasi produk impor

Jika di artikel kami sebelumnya sebelumnya mengenai Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Dan Asia Tenggara. Kita merasa bangga dimana pertumbuhan di Indonesia bisa tumbuh hingga lima kali lipat dibandingkan tahun 2015 atau mencapai US$ 40 miliar. Dimana salah satu sektor yang pertumbuhannya paling tinggi adalah pada sektor e-commerce. Di sisi lain miris rasanya jika 90% produk yang di jual justru adalah produk impor –Di kutip dari salah satu artikel berita tempo.

Opini kami “Maaf-maaf saja jika selama ini para pelaku e-commerce yang mengkampanyekan HARBOLNAS atau Hari Belanja Online Nasional sementara banyak produk impor disitu. Sama saja pelaku e-commerce cuma pakai topeng embel-embel nasional. Kedepannya mudah-mudahan kampanye tersebut benar-benar bisa memberikan dampak yang positif bagi pelaku produk lokal”.

Baca Juga :

Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Dan Asia Tenggara 2019.

Apa yang dikatakan pak menteri memang sekedar meminta kesadaran bukan kewajiban atau mengeluarkan peraturan bagi pelaku e-commerce. Opini saya sendiri setuju kalau hal ini seharusnya di jadikan peraturan lalu memberikan sanksi bagi pelaku e-commerce yang tidak mengikuti aturan tersebut.

Jika memang yang di minta pak menteri ini bisa terlaksana, dan pelaku e-commerce berkomitmen untuk menjalankan rencana ini. Tentu ini bukan hanya angin segar. Tapi hembusan angin besar bagi pelaku produk lokal. Dan yang paling penting hal ini juga bisa mentriger usaha UMKM di Indonesia bahkan usaha rumahan untuk meningkatkan produksi dan jualannya di toko online.

Semua pihak mesti berperan

Memang untuk mewujudkan hal ini bukan hanya sekedar peran pemerintah atau pelaku e-commerce saja. Kita sebagai pelaku produk lokal juga harus terus berusaha untuk meningkatkan kualitas produk yang kita produksi. Mengikuti jejak para pelaku produk lokal lainnya yang sudah bisa menerapkan standar kualitas yang baik pada produknya.

Ya, misalnya saja para pelaku produk lokal yang produknya sudah memenuhi standar kualitas yang baik mau memberikan pelatihan-pelatihan kepada pelaku produk lokal yang belum mampu meningkatkan kualitas produknya. Lalu media online terkemuka juga harus memiliki peran. Misalnya menggratiskan atau katakanlah diskon hingga 75% bagi pelaku produk lokal atau usaha UMKM, UKM yang beriklan di platform media onlinenya.

Mudah-mudahan saja apa yang sudah di utarakan pak menteri yang meminta e-commerce untuk satu hari khusus penjualan produk lokal bisa terlaksana. Dan memberikan hasil positif bagi usaha UMKM dan produk lokal baik yang memproduksi atau menjualnya secara online.

Itulah kenapa blog atau website revyou.id di buat. Kami ingin memberikan kesempatan dan ruang yang seluas-luasnya bagi para pelaku produk lokal untuk mempromosikan produknya di internet. Gratis, di sisi lain akan ada timbal balik bagi kami dimana kami bisa mandapatkan trafik pada website kami. Katakanlah itu semacam mutualisme yang saling menguntungkan.


Promosikan Produk Lokal Anda di Blog ini, GRATIS !!!

Kunjungi Halaman tentang kami untuk lebih jauh mengenal kami.

Beri Komentar