6 Masalah Yang Menyebabkan Loading Website Lambat

6 Masalah Yang Menyebabkan Loading Website Lambat

Pada artikel terakhir kami, SEO : Mengenal SEO Dan Tujuannya (Search Engine Optimization). Ada banyak faktor yang mempengaruhi SEO, bukan hanya soal konten atau isi topik sebuah website. Bahkan kecepatan loading website juga sangat mempengaruhi SEO. Pada artikel ini kami akan mengulas 6 masalah yang menyebabkan loading website lambat.

Teknologi yang semakin maju menuntut website untuk bekerja cepat

Waktu yang dibutuhkan untuk memuat konten pada halaman website telah menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah website. Saat ini hampir semua negara sudah mengimplementasikan teknologi seluler 4G. Dan akan segera menyongsong era 5G.

Jadi wajar jika pengguna internet menjadi “tidak sabaran”. Saat halaman website yang ingin dibuka masih saja “muter-muter” lebih dari tiga detik, maka mereka akan membatalkan kunjungannya pada situs tersebut. Upaya harus dilakukan untuk mengurangi waktu loading sebuah website. Dan harus menjadi prioritas strategis bagi semua pemilik situs web, mengingat hal tersebut mempengaruhi banyak hal lainnya termasuk SEO.

Baca Juga :

 

Hal baiknya adalah banyak referensi yang dapat mengidentifikasi masalah-masalah tersebut. Dan seharusnya dapat anda jadikan titik awal untuk mengoptimasi loading situs internet anda. Dan berikut 6 masalah penyebab loading website menjadi lambat yang kami rangkum.

1. Bandwidth Yang Sudah Tidak Memadai

Analoginya adalah bahwa permintaan sudah lebih besar dari yang anda harus berikan. Akhirnya banyak pengunjung yang tidak kebagian. Pangunjung website anda sudah sangat banyak, katakanlah jumlah kunjungan dalam satu hari. Sementara infrastruktur website anda (atau dalam hal ini hosting) sudah tidak mampu untuk menyajikan konten-konten yang diminta.

Setiap elemen di situs website, mulai dari grafik, gambar, hingga konten yang di tulis akan diminta oleh pengunjung melalui browsernya. Dan harus di munculkan pada setiap pengunjung yang mengakses website anda hanya dalam waktu kurang dari tiga detik. Semakin banyak pengunjung jelas akan melipat-gandakan request ke server.

Hal ini jelas menuntut jumlah bandwidth yang lebih besar untuk mengirim konten-konten pada server website anda ke browser pengunjung. Anda musti berkomunikasi dengan hosting provider untuk memastikan konsumsi bandwidth. Apakah masih sesuai dengan “permintaan”? Atau sudah waktunya untuk mengupgrade paket hosting untuk mendapatkan bandwith yang lebih besar.

2. Sumber Daya Server Yang Tidak Memadai

Sangat umum jika hosting provider menawarkan biaya murah untuk paket “shared hosting”nya. Situs website satu sama lain harus membagi sumber daya server mereka, seperti CPU, RAM, HARD DISK dan semua elemen komputer server lainnya.

Jika ada salah satu website mengalami lonjakan trafik, maka website lain yang meskipun masih “sepi” pengunjung juga akan terpengaruh dan terkena dampaknya. Dan akan memperlambat loading website seperti pada point nomor satu diatas.

Jika situs anda sudah mulai ramai pengunjung, anda juga perlu mempertimbangkan untuk mengganti paket hosting guna meningkatkan jumlah daya CPU, RAM, dan HARD DISK khusus yang tersedia. Selain menyelamatkan situs anda, anda juga berkontribusi menyelamatkan banyak situs lainnya.

Salah satu hosting provider didalam negeri yang memberikan kualitas baik adalah niagahoster. Dengan paket hosting harga murah tapi dengan pilihan bandwith dan sumber daya yang berkualitas. Anda juga bisa dengan mudah untuk “naik tingkat” saat anda mulai merasa perlu untuk mengupgrade paket hosting anda ke paket cloud atau VPS.

3. Kode Skrip Yang Disusun Secara Tidak Baik

Untuk membuat sebuah website dengan wordpress memang sangat mudah. Kita tidak perlu membuat halaman muka atau homepage dari “kertas kosong” dan menuliskan ribuan baris kode ke dalamnya. Banyak desainer website membuat aneka ragam tema website yang menarik, baik untuk blog, bisnis, toko online dan jenis tema lainnya.

JavaScript, PHP dan CSS merupakan bagian penting dari halaman website yang dihasilkan secara dinamis. Kode-kode tersebutlah yang berperan untuk berkomunikasi dengan database CMS dan server hosting, memuat konten ke browser, bahkan berinteraksi dengan pengunjung.

Saat anda memulai untuk membangun sebuah website. Pilihlah tema secara selektif dan detail. Cek dan lakukan test pada struktur datanya, apakah mobile friendly dan bagaimana kecepatan loading pagenya. Anda bisa gunakan tools-tools online untuk melakukan pengecekan pada tema yang akan anda gunakan.

Penulisan kode atau skrip pada tema website secara paralel atau membuat banyak “panggilan” ke server website atau sering kita dengar dengan HTTP request akan meningkatkan waktu loading website. Syurkurlah karena banyak plugin yang bisa digunakan untuk mengatasi atau paling tidak, mengoptimalkan masalah-masalah tersebut.

Anda perlu memilih plugin yang tepat untuk menjalankan fungsi caching, Lazy load, Statik gambar dan minifying. Dan masih banyak “tweaking” plugin lainnya yang perlu anda pilih secara selektif.

4. Ukuran Halaman (Page Size)

Ukuran fisik halaman website akan terus dan selalu bertambah seiring kita ingin memasukan lebih banyak konten grafis dan multimedia. Apalagi merasa teknologi jaringan internet yang sudah semakin cepat saat ini.

Ada banyak teknik untuk mengurangi ukuran “berat” sebuah halaman. Misalnya menggunakan teknologi streaming, daripada memuat konten video secara utuh. Pertimbangkan juga untuk mengkompresi konten website seperti menggunakan kompresi gzip atau brotli. Sehingga konten akan lebih kecil saat ditransfer ke browser pengunjung. Atau dengan banyaknya trafik website anda yang datang dari luar negeri, membuat anda juga perlu untuk menggunakan layanan CDN.

Secara rutin anda bisa memonitor kecepatan website anda. Banyak tools online yang bisa dimanfaatkan untuk memonitor “pagespeed” seperti Pingdom tools, GTmetrix, dan Google pagespeed.

5. Pemasangan Plugin Yang Tidak Efektif

Ini berarti bisa jadi :

  • Anda mengaktifkan addon atau ekstensi dari plugin tersebut yang tidak anda butuhkan. Selain membawa fungsi core, plugin juga memiliki banyak fungsi addon atau ekstensi. Jika anda tidak memerlukan atau memakainya lebih baik anda nonaktifkan. Toh fungsi corenya sudah cukup membantu anda.
  • Knflik plugin. Yang musti anda perhatikan adalah plugin satu dengan yang lain mungkin memiliki fitur atau fungsi yang sama. Jika keduanya “kanibal” dan menyebabkan “konflik”. Sudah pasti performa website anda yang jadi korban. Bahkan bisa saja merusak tampilan. Mulai dari gambar yang “acak-acakan” atau kalimat/teks yang tampil tidak beraturan.

Kami lebih mempertimbangkan untuk memasang satu plugin dengan dua fungsi yang diperlukan. Ketimbang memasang dua plugin yang membawa masing-masing fungsi.

6. Skrip Pihak Ketiga

Skrip pihak ketiga memang kadang menjadi sangat penting dan membantu. Misalnya anda memilki halaman “tentang kami” sehingga perlu untuk menampilkan lokasi alamat atau peta. Atau untuk melacak aktivitas atau jumlah pengunjung website anda.

Bahkan skrip Google Analytic atau google tag yang populer pun, dapat membuat waktu loading website menjadi meningkat. Google script atau google tag (tidak) harus dipasang pada header. Coba anda test website anda menggunakan google pagespeed. Hasilnya kadang menampilkan google tag atau skrip itu sendiri sebagai salah satu yang menghambat loading website tersebut.

6 penyebab masalah loading website menjadi lambat di atas memang sudah menjadi masalah umum pada setiap website wordpress. Tapi banyak referensi yang bisa anda gunakan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Dengan tools online seperti pingdom, GT metrix atau pagespeed, bukan hanya menampilkan apa yang menjadi masalahnya saja. Tools-tools tersebut juga menampilkan parameter-parameter yang menyebabkan loading lambat sebuah website dan memberikan referensi-referensi untuk mengatasinya.


Baca Juga :