Melihat Kekayaan Kopi Nusantara Lewat Rembug Kopi Nasional 2019

Melihat Kekayaan Kopi Nusantara Lewat Rembug Kopi Nasional 2019

Melihat Kekayaan Dan Cita Rasa Kopi Indonesia Lewat Rembug Kopi Nasional 2019. LLP-KUKM (Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil dan Menengah) Kementerian Koperasi dan UKM menggelar acara Rembug Kopi Nasional 2019. Acara yang digelar sejak 20 September 2019 dan berakhir pada 22 September 2019 ini diharapkan dapat semakin membuka pangsa pasar ekspor produk kopi nasional.

Revyou.id saat mengunjungi acara tersebut berkesempatan untuk mencicipi beragam cita rasa kopi indonesia yang berasal dari penjuru nusantara. Jujur saja, rasanya nikmat. Membuka mata kita akan kekayaan kopi yang kita punya. Baik dari cita-rasanya maupun dari cara penyajiannya.

Baca Juga :

Bagaimana menghasilkan kopi berkualitas

Untuk menghasilkan kopi yang nikmat memang ada triknya. Bukan hanya sekedar menuangkan bubuk kopi, gula dan air panas ke dalam cangkir. Ada hal yang harus diperhatikan mulai dari pemilihan biji kopi yang berkualitas. Waktu dari semenjak biji kopi di panggang atau di sangrai. Bahkan air yang digunakan.

Pada gelaran SMESCO Rembug Kopi Nasional 2019 kami berkesempatan mencicipi kopi gayo aceh dari booth kopi saman. Di racik sendiri oleh pemilik booth hingga menjadi kopi sanger aceh yang terkenal. Rasanya benar-benar nikmat. Jauh lebih nikmat dari rasa kopi di kedai kopi mahal yang dari negeri paman sam itu, hahaahhhahh… Juga jauh lebih nikmat dari racikan kopi ekspress negara asal klub bola AC Milan.

Istilah perkopian didominasi istilah asing, bahkan pada kafe kafe di indonesia

Tapi entah mengapa istilah-istilah dalam perkopian khususnya di indonesia sepertinya di dominasi oleh bahasa asing. Misalnya espresso yaitu proses kopi yang diseduh dengan menyemburkan air panas bertekanan tinggi ke bubuk kopi.

Namanya berasal dari bahasa Italia yang berarti express atau cepat. Lalu turunan cara penyajian dari kopi espresso yang menghasilkan : Americano, café latte, capucino, macchiato, affogato dan lain-lain.

Ya, memang sah-sah saja mau menggunakan bahasa italia, amerika atau brazilia. Apalagi kalau memang proses penyajian kopi atau turunan proses tersebut memang berasal dari negara luar sana. Yang penting jangan membuat kita lupa akan Kekayaan Kopi Nusantara.

Budaya kopi indonesia

Bagaimanapun kita memiliki budaya kopi sendiri. Budaya kopi kita jelas bukan mencontek budaya kopi italia atau amerika sana. Jangan sampai kita tidak mengenal istilah kopi sanger misalnya. Karena lebih seringnya kita memesan kopi espresso di kafe-kafe atau di kedai kopi mahal asal negeri paman sam. Atau memang tidak ada kopi sanger dalam daftar menu kafe kita.

Kopi Sanger di kutip dari wikipedia :
Kopi Sanger merupakan campuran kopi hitam, susu kental dan gula. Secara fisik, sanger memang mirip kopi susu atau coffee latte. Tak semua para pembuat minuman kopi bisa membuat sanger. Karena untuk membuat sanger takaran kopi, susu kental dan gula harus pas. Setelah kopi diseduh dengan saringan dari kain yang bentuknya kerucut, lalu ditambah dengan susu kental plus sedikit gula dan dikocok sampai berbuih. Meski sudah bercampur dengan susu, aroma kopi tetap mendominasi. Itulah yang menyebabkan sanger bukan kopi susu biasa. Konon untuk mendapatkan sanger yang nikmat, campuran susu dan gula hanya sedikit saja. Sanger dapat dinikmati panas maupun dingin. Untuk menyeruput nikmatnya sanger.


Promosikan produk kopi anda di blog revyou.id pada kategori agribisnis/perkebunan. Atau promosi usaha kafe/kedai kopi di kategori kuliner/kafe/kedai kopi.